Artikel : Bagaimana Merencanakan Masa Depan Buah Hati Anda Melalui Nama Bayi nya
Selebrity
Nama Bayi
Masa Kehamilan
    Tri Semester I (1-3 bulan)
    Tri Semester II (4-6 bulan)
    Tri Semester III (7-9 bulan)
    Umum
Pra Melahirkan
Pasca Melahirkan (0-12 Bln)

Masa Batita (1-3 Tahun)
    Makanan Batita
    Mainan Batita
    Dongeng Batita
    Umum

Masa Balita (3-5 Tahun)
    Makanan Balita
    Mainan Balita
    Umum

Ibu hamil, berhati-hatilah dengan posisi tidurnya..
Posted 08 - Jul - 2012

Sebuah studi di Selandia Baru menyarankan, untuk mengurangi risiko bayi lahir mati, ibu hamil disarankan untuk tidur dengan posisi miring ke kiri.

Didalam penelitian  mengatakan bahwa Ibu Hamil tidak perlu khawatir karena resikonya masih sangat kecil. Kemungkinan bayi lahir mati dari ibu yang tidur tak miring ke kiri 3,93 per 1.000. Angka menurun menjadi 1,96 per 1.000 ibu yang tidur dalam posisi mirik kiri.

Korelasi positif yang signifikan juga ditemukan antara tidur teratur pada siang hari, atau tidur lebih lama  di malam hari.

Tomasina Stacey dari Departemen Obstetri dan Ginekologi di University of Auckland, mengatakan aliran darah ke bayi dapat menjelaskan keterkaitan tersebut.

"Ini hipotesis baru dan berarti kita harus mulai melihat masalah ini lebih dekat. Ini benar-benar titik awal untuk penelitian masa depan, " kata Stacey. Hasil penelitiannya telah diterbitkan di British Medical Journal (BMJ).

Jika temuan itu teruji benar, maka ditemukan cara yang sederhana, murah dan alami untuk mengurangi jumlah bayi lahir mati, katanya. "Ini adalah sesuatu yang sangat mudah dimodifikasi. Anda tidak perlu mengambil obat dan tidak ada efek samping. "

Serangkaian penelitian yang dipimpin oleh peneliti dari Organisasi Kesehatan Dunia dan diterbitkan awal tahun ini menemukan bahwa lebih dari 2,6 juta persalinan diakhiri dengan kematian bayi. Ini berarti bahwa setiap hari lebih dari 7.200 bayi lahir mati.

Tim Stacey mewawancarai 155 perempuan di Auckland yang melahirkan  bayi lahir mati antara Juli 2006 dan Juni 2009 ketika mereka setidaknya hamil 28 minggu. Para wanita ini dibandingkan dengan kelompok kontrol 310 wanita dengan kehamilan yang sedang berlangsung.

Para wanita ditanya pertanyaan rinci tentang posisi tidur mereka. Mereka juga ditanya tentang mendengkur, kantuk di siang hari, dan apakah mereka secara teratur tidur di siang hari pada bulan terakhir kehamilan, durasi tidur mereka di malam hari, dan berapa kali mereka bangun ke toilet di malam hari.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara mendengkur atau kantuk siang hari  dan risiko lahir mati. Tetapi hubungan yang signifikan ditemukan antara tidur siang, atau tidur lebih lama  di malam hari dan kematian bayi.

 

Wanita yang tidur di punggung mereka atau di sisi kanan mereka pada malam terakhir kehamilan juga lebih mungkin untuk mengalami kelahiran mati.

Lucy Chappell, pakar kebidanan dari King College London, mengatakan "intervensi sederhana yang mengurangi risiko bayi lahir mati bisa diterima."

Tapi dia mengatakan hasilnya harus ditafsirkan dengan hati-hati sampai banyak penelitian lanjutan dilakukan.

Sumber: republika.co.id

Mengatur Jarak Kehamilan dengan ASI Eksklusif
Posted 08 - Jul - 2012

Selain baik untuk buah hati, ASI eksklusif  juga baik untuk Ibu. Jika si ibu ingin mengatur jarak kehamilan ini menjadi cara tepat.

Petugas BKKBN  Kepulauan Riau, dr Dhenok Maya Dewi menjelaskan dalam 6 bulan pertama sejak melahirkan (MAL = Metode Amenore Laktasi), sebenarnya ASI sudah bisa mencegah kehamilan.

"..  bahwa kehamilan dapat terjadi sebelum kembalinya haid pertama sejak melahirkan karena ovulasi terjadi sebelum haid," jelas Dhenok.

Beberapa metode kontrasepsi pasca persalinan untuk ibu yang  menyusui, yaitu Nonhormonal terdiri dari kondom, IUD/AKDR, Kontap (Kontrasepsi mantap). Sedangkan alat kontrasepsi hormonal yaitu metode yang mengandung hormon progestin saja, seperti implant/susuk KB.

Sangat dianjurkan bagi ibu menyusui setelah 6 minggu melahirkan, suntik-kan KB 3 bulanan dan pil KB khusus untuk ibu menyusui yang hanya mengandung progestin saja.

Pada prinsipnya,  Ibu menyusui bisa menggunakan kontrasepsi yang  tidak mengurangi jumlah ASI, terutama pada 6 bulan pertama dimana bayi belum mendapat makanan tambahan selain ASI.

Yang bisa digunakan dengan KB nonhormonal atau hormonal, misalnya pil KB dari golongan progesteron rendah, atau suntikan yang hanya mengandung hormon progesteron yang disuntikan per 3 bulan.  Kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak dianjurkan karena akan mengurangi jumlah ASI. IUD cukup aman pada ibu menyusui dan banyak dipilih.

Demikian

Jangan Memberi Madu Bagi Bayi di bawah 1 tahun
Posted 08 - Jul - 2012

Berjuta manfaat minuman Madu. Asal kita bisa memperhatikan aturan konsumsinya, madu sangat menunjang kesehatan tubuh.

Dokter Dr. Arianti Widodo, SpA, menyarankan agar madu tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah satu tahun. Kandungan Clostridium Botulinum atau Botulinum Toxin dalam madu memiliki efek yang berpotensi merusak tubuh anak di usia bayi.

Senyawa itu berperan melumpuhkan otot-otot dan memiliki efek botoks untuk menghilangkan kerutan di wajah. Anak usia satu tahun ke bawah belum memiliki kemampuan yang baik untuk bisa merespon senyawa ini sehingga akibatnya dapat menyebabkan kejang otot, seperti otot pada paru-paru.

Peringatan akan bahaya madu untuk bayi ini disampaikan seorang dokter spesialis anak, dr. Ariani Dewi Widodo, SpA. "Perlu saya tekankan adalah pemberian madu. Orangtua sering memberikan madu ke bayi. Padahal madu itu sangat tidak baik untuk anak di bawah usia satu tahun," kata Ariani.

Selain faktor usia, jenis madu juga perlu menjadi perhatian. Sebuah studi yang dipublikasikan Live Strong memperlihatkan efek buruk madu murni yang berpotensi memicu reaksi alergi atau keracunan makanan seperti, kram perut, diare, mual, muntah dan demam.

Alasannya, madu murni tidak melewati tahap pasteurisasi sehingga spora dan serbuk sari berpotensi tumbuh di dalamnya. Seperti kita tahu, madu merupakan zat manis pekat yang diproduksi lebah, salah satu jenis serangga pemakan nektar bunga dan serbuk sari.

National Institutes of Health merekomendasikan agar mengonsumsi madu yang telah dipasteurisasi untuk mencegah efek buruk. Terutama untuk anak usia satu tahun ke bawah, karena efek alergi bisa sangat serius.

Berdasarkan peringatan dari Food Standards Agency (FSA), madu mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan penyakit serius bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak. Sebab, anak-anak di bawah usia satu tahun umumnya tidak memiliki kemampuan untuk melawannya.

Bayi berusia kurang dari enam bulan sebaiknya hanya diberikan ASI.  Menurut dr. Ariani Dewi Widodo, SpA, jika seorang ibu mampu memberikan ASI eksklusif minimal enam bulan akan lebih baik. Apalagi jika ASI diberikan sampai dua tahun.

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. Karena komponennya telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jadi Anda tak perlu menambahkan makanan lainnya, kecuali setelah enam bulan.

Berbagai sumber

RECOMENDED READING